Minggu, 29 November 2015

Dear Key~

Wujudmu ada 
Namun kejauhan kita yang membuatmu tiada 
Kini, Ku menjauh bukan berarti aku melupakan 
Aku hanya memantaskan diri 
Karna ku pernah mengungkapkan"Dirimu, sosok yang ku puja"
Aku mohon, 
Mengertilah 
Kita jumpa dalam syi'ir pada sang ilahi 
Sungguh cinta yang suci, ia yang semakin dekat pada sang pencipta-Nya 
Bukan nafsu, yang penuh dengan rasa memiliki 
Maafkan aku yang sering menggores luka 
yang ku butuh hanya rasa "nyaman"Aku lupa dengan kata "aman" 
Benar, 
Aku jatuh ke lain hati 
Pada dirinya yang lebih dewasa 
Biarkan waktu ini sebagai perenunganku 
Perenungan yang berselimut tangis pada sang Ilahi 
Memuja pada keagungan cinta kasih-Nya
Maaf.. 
Ku sering menjumpaimu dalam hembusan do'aku 
Tanpa sengaja aku memikirkanmu 
Pun tipuan setan jua-lah yang membuatku menjadi "labil"
Terimakasih.. 
Karna kisah indah itu masih tersimpan rapi dalam hati
Seperti katamu : 
"Kita teman, yang saling mendukung satu sama lain"
"Kita sahabat, yang saling mengisi kekurangan menjadi kelebihan"

Karna dirimu dan diriku adalah dua jati diri yang saling menyempurnakan :)

Senin, 14 September 2015

Carta hati


Hidup...
Hidup bak pelayar
Meski badai pun kami tetap berlayar
Mengarungi lautan bahkan samudra
Ombak, badai kami  anggap kawan
Angin dan gemuruh pun jua tak menjadi lawan
            Malam menjadi tujuan
            Tak beralasan
            Mungkin karna kesunyian
            Tak berarti apapun
            Hanya mencari ketentraman
Pasrah
Sebagai modal kami
Demi mengais rupiah
Demi sanak saudara yang di gubuk
            Carta hati kami
            Tertuju pada sang Ilahi
            Sebuah pengabdian tuk mendapat secercah balasan
            Balasan yang diridhoi-Nya
            keberkahan dari-Nya
untuk Dia
untuk mereka
untuk aku
hidup ku abdikan...



Minggu, 05 Juli 2015

Long Distance Relationship

Surat LDR
Kau yang jauh disana. Aku tak pernah berharap banyak padamu, hanya sebuah kesetiaan!
Namun, kesetiaan saja kurasa tak cukup dalam menjalin hubungan ini, hingga akhirnya aku menyimpulkan bahwa sebuah janji untuk bersamalah yang mampu menjelma sebagai bentuk kepastian dalam menjaga hubungan jarak jauh ini.
Di setiap sujudku terselip do’a agar Tuhan selalu menjaga hatimu untukku, tapi pada akhirnya kata “menyerah” menjadi sebuah tantangan dalam hubungan ini.  karena apa? Karena rasa rindu yang tak kunjung terobati membuat hati selalu berfikir negatif, hingga akhirnya ku simpulkan untuk mengakhiri hubungan ini.
Kisah hubungan jarak jauh ini tak seindah kisah-kasih hubungan jarak dekat yang bisa kapan saja bertemu. LDR hanya bisa dinikmati oleh orang-orang hebat yang memiliki jiwa percaya tinggi!
“Senja soreku hanya bisa ku nikmati bersama suaramu yang terdengar dari telepon genggamku,
Pertemuanku denganmu hanya bisa ku nikmati ketika aku melihat fotomu di wallpaper HP-ku, semua kisah indah hanya dapat diceritakan melalui khayalan imajinasi”

Long Distance Relationship
Sebuah hubungan yang memiliki banyak syarat, namun tak selamanya berakhir indah.
          Jika.... dan hanya jika.... -


Jumat, 08 Mei 2015

Hampa
Satu kata yang membuat hidup tak memiliki makna
Satu kata yang membuat hidup menjadi kelabu
Dan satu kata yang mematahkan suatu harap

Kini hanya itu yang ku rasa. Sekian lama ku menunggu kabar darimu namun tak kunjung datang, entah sampai kapan hati ini menunggu. Meski terkadang otak memaksanya untuk lekas berpaling tapi hati tetap setia menunggu. Pada akhirnya otak dan hati tak lagi mau bersatu dan menyisakan kehampaan.

Dulu,
Setiap pagi senyuman renyah itu yang menyapaku
Sepasang bola mata yang mengamatiku di setiap soreku sebagai tanda bahwa kau menjagaku
Dan setiap malamku kau beri secercah cahaya hingga aku terlelap dalam khayalan Tuhan.

Sayang, tak banyak harapku untukmu
Cukuplah kau beri aku segenggam kepastian hingga aku sadar bahwa kau pantas tuk dipertahankan
Aku tak membutuhkan serangkaian bunga ataupun sekarung coklat, cukup kepastian yang ku ingin.

Maaf aku tak pandai merangkai kata
Hanya saja ku ingin menyampaika bahwa "Aku Merindukanmu"
 

Salam Pensilku,
 
AM

Rabu, 08 April 2015

KITA

Teruntuk Sahabatku,

Mungkin kini aku tlah berbeda dengan 3 tahun yang lalu. Kini ku tlah menjadi sosokku yang kau anggap egois, tak tau diri, atau apalah itu. Namun apa yang kau katakan itu hanyalah sekedar opini. Semua orang menginginkan untuk menjadi sukses, itulah alasan mengapa aku berbeda dari tiga tahun lalu. Aku hanya keluar dari zona nyamanku yang dulu hanya bermain-main dan betingkah semauku tanpa peduli omongan orang. 

Mungkin sekarang aku tak bisa berjumpa dengan kalian sesering dulu.Hampir setiap pekan kita maen bareng, hangout nggak jelas, ketawa gila, dan gosipin sesuatu yang nggak penting banget tapi itu dulu! Sekarang saatnya untuk bersaing dan buktiin kalau kita bisa jadi yang terhebat. Saatnya untuk berjuang di masa depan. Aku tak kan lupa semua tentang kita. Dan berjanjilah jika esok kita akan lebih sering kumpul dengan banyak cerita sukses yang kita ciptakan dalam hidup. 

Luapan rasa rindu ku utarakan melalui serangkaian kata. Sebuah pelukan hangat untuk kalian akan tercipta melalui do'a sederhanaku saat sujud dihadapan sang Ilahi. 

Sepatah kataku teruntuk kalian,
Maaf, jika selama ini aku merepotkanmu, dan
Terimakasih telah mendengarkan  keluh kesahku. 

Kenangan tiga tahun lalu akan selalu tersimpan dan terkenang di hati. 

Salam Rindu,
FARYNAIN_IANZA