Surat LDR
Kau yang jauh disana. Aku tak
pernah berharap banyak padamu, hanya sebuah kesetiaan!
Namun, kesetiaan saja kurasa tak
cukup dalam menjalin hubungan ini, hingga akhirnya aku menyimpulkan bahwa
sebuah janji untuk bersamalah yang mampu menjelma sebagai bentuk kepastian
dalam menjaga hubungan jarak jauh ini.
Di setiap sujudku terselip do’a
agar Tuhan selalu menjaga hatimu untukku, tapi pada akhirnya kata “menyerah”
menjadi sebuah tantangan dalam hubungan ini. karena apa? Karena rasa rindu yang tak kunjung
terobati membuat hati selalu berfikir negatif, hingga akhirnya ku simpulkan
untuk mengakhiri hubungan ini.
Kisah hubungan jarak jauh ini tak
seindah kisah-kasih hubungan jarak dekat yang bisa kapan saja bertemu. LDR
hanya bisa dinikmati oleh orang-orang hebat yang memiliki jiwa percaya tinggi!
“Senja soreku hanya bisa ku nikmati bersama
suaramu yang terdengar dari telepon genggamku,
Pertemuanku denganmu hanya bisa ku nikmati
ketika aku melihat fotomu di wallpaper HP-ku, semua kisah indah hanya dapat
diceritakan melalui khayalan imajinasi”
Long
Distance Relationship
Sebuah
hubungan yang memiliki banyak syarat, namun tak selamanya berakhir indah.
Jika.... dan hanya jika.... -