Satu kata yang membuat hidup tak memiliki makna
Satu kata yang membuat hidup menjadi kelabu
Dan satu kata yang mematahkan suatu harap
Kini hanya itu yang ku rasa. Sekian lama ku menunggu kabar darimu namun tak kunjung datang, entah sampai kapan hati ini menunggu. Meski terkadang otak memaksanya untuk lekas berpaling tapi hati tetap setia menunggu. Pada akhirnya otak dan hati tak lagi mau bersatu dan menyisakan kehampaan.
Dulu,
Setiap pagi senyuman renyah itu yang menyapaku
Sepasang bola mata yang mengamatiku di setiap soreku sebagai tanda bahwa kau menjagaku
Dan setiap malamku kau beri secercah cahaya hingga aku terlelap dalam khayalan Tuhan.
Sayang, tak banyak harapku untukmu
Cukuplah kau beri aku segenggam kepastian hingga aku sadar bahwa kau pantas tuk dipertahankan
Aku tak membutuhkan serangkaian bunga ataupun sekarung coklat, cukup kepastian yang ku ingin.
Maaf aku tak pandai merangkai kata
Hanya saja ku ingin menyampaika bahwa "Aku Merindukanmu"
Salam Pensilku,
AM
Tidak ada komentar:
Posting Komentar